Diet Rendah Karbohidrat Dapat Memperlambat Penuaan di Otak

0
29

Seiring bertambahnya usia seseorang, fungsi otak juga akan menua dengan menurunnya kemampuan untuk mengingat dan berpikir. Agar hal ini tidak terjadi terlalu dini, Anda perlu melakukan pencegahan salah satunya melalui diet harian. Baru-baru ini, sebuah penelitian menyatakan bahwa diet rendah karbohidrat dapat mencegah dan bahkan berpotensi membalikkan proses penuaan otak. Bagaimana penjelasannya?

Diet rendah karbohidrat dapat mencegah penuaan dini otak

makan salad untuk otak yang sehat

Banyak orang berpikir bahwa penurunan fungsi otak hanya terjadi ketika mereka mulai memasuki usia yang tidak produktif.

Bahkan, menurut data pemindaian otak yang ditemukan oleh para peneliti, keberadaan gangguan komunikasi antara bagian otak dapat muncul ketika seseorang berusia akhir 40-an.

Kemungkinan besar, berkurangnya fungsi otak berkaitan erat dengan adanya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak dapat menanggapi aksi insulin untuk mengontrol gula darah.

Mujica-Parodi, seorang profesor dari Fakultas Teknik Biomedis di Stony Brook University mengatakan, seiring bertambahnya usia seseorang, otak mulai kehilangan kemampuannya untuk mengubah gula darah menjadi energi secara efisien.

Akibatnya, saraf di otak yang kekurangan asupan energi membuat jaringan di otak menjadi tidak stabil.

Untungnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengganti glukosa sebagai sumber bahan bakar di otak. Satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan asupan keton yang akan memberi energi ke otak.

Keton adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh hati ketika Anda tidak memiliki cukup insulin untuk mengubah gula menjadi energi. Akibatnya, tubuh akan membutuhkan sumber lain, yaitu lemak sebagai gantinya.

Keton juga bisa diperoleh dengan mengikuti diet rendah karbohidrat yang kabarnya juga mampu mencegah penuaan otak.

Untuk membuktikannya, para peneliti juga melakukan percobaan pada 42 partisipan yang merupakan kelompok orang dewasa di bawah usia 50 tahun. Peserta diminta untuk menerapkan diet rendah karbohidrat selama seminggu.

Penelitian yang dilakukan oleh tim profesor dari Stony Brook University ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola makan tertentu terhadap penuaan otak.

Penelitian berfokus pada periode pra-gejala, suatu kondisi ketika gejala belum muncul, di mana pencegahan dilakukan pada waktu itu akan lebih efektif.

Nantinya, perbedaan respons otak terhadap dua pola makan yang berbeda akan diketahui melalui pemindaian fMRI.

Asupan keton meningkatkan stabilitas otak secara keseluruhan

penyakit kuru, memakan otak manusia

Dari percobaan ini, dua pola makan yang berbeda juga terlihat memberikan berbagai jenis bahan bakar ke otak.

Dalam diet yang biasa, otak cenderung menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Padahal dalam diet yang rendah karbohidrat, lemak adalah sumber energi yang dimanfaatkan.

Namun, partisipan mengalami peningkatan kerja dan fungsi otak yang lebih stabil setelah menjalani diet rendah karbohidrat. Ini karena keton dapat memberikan lebih banyak energi daripada glukosa bahkan dengan jumlah asupan yang sama.

Efek dari diet rendah karbohidrat ini tentu sangat baik untuk mencegah penuaan otak dini. Dengan hadirnya keton yang menambah energi ke otak, diharapkan fungsi otak juga bisa kembali normal.

dampak dari diet rendah karbohidrat

Selain itu, diet rendah karbohidrat dapat meringankan gejala epilepsi. Penelitian lain menunjukkan bahwa membatasi asupan karbohidrat dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi kejang pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita epilepsi.

Diet dengan karbohidrat rendah juga dapat mengurangi risiko Alzheimer dan demensia. Kedua penyakit ini sangat terkait dengan hipermetabolisme yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan saraf otak untuk menyerap glukosa.

Karena itu, penggunaan keton sebagai sumber bahan bakar akan sangat membantu otak untuk tetap bekerja dengan baik.

Fakta itu didukung oleh penelitian yang menjelaskan bahwa gejala awal Alzheimer tidak memengaruhi kerja otak dalam menyerap keton.

Penemuan ini tentu saja kabar baik. Khususnya di Indonesia sendiri jumlah penderita demensia telah mencapai 1,2 juta orang per tahun 2016. Agar tidak terus meningkat, akan lebih baik jika tindakan pencegahan ini bisa dilakukan lebih awal.

Otak membutuhkan kombinasi glukosa dan keton

gangguan otak dan sistem saraf

Memang, asupan keton dapat memberikan energi yang lebih baik bagi otak. Namun, bukan berarti otak bisa bergantung pada asupan keton saja. Integrasi dengan glukosa masih diperlukan agar otak dapat bekerja dengan baik.

Ketika tidak memiliki kadar glukosa yang cukup, produksi neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan dari otak akan terganggu. Kejadian ini akan membuat komunikasi antar neuron terputus.

Selain itu, risiko hipoglikemia juga akan meningkat. Hipoglikemia adalah komplikasi diabetes yang umum dan dapat disebabkan oleh kadar gula darah yang rendah.

Hipoglikemia dapat menyebabkan otak kekurangan energi, yang akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Mengikuti diet rendah karbohidrat akan membantu Anda mencegah penuaan otak, tetapi itu tidak berarti Anda harus berhenti mengonsumsi sumber karbohidrat sama sekali. Karbohidrat tetap merupakan zat yang dibutuhkan jika ingin mendapat energi.

Mempertahankan diet seimbang tetap menjadi kunci terbaik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang memerlukan batas gula seperti diabetes, lebih baik berkonsultasi dengan dokter Anda lagi untuk mengetahui diet yang tepat.

Postingan Diet Rendah Karbohidrat Dapat Memperlambat Penuaan di Otak muncul pertama kali di Hello Healthy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here